#trik_pojok { position:fixed;_position:absolute;bottom:0px; left:0px; clip:inherit; _top:expression(document.documentElement.scrollTop+ document.documentElement.clientHeight-this.clientHeight); _left:expression(document.documentElement.scrollLeft+ document.documentElement.clientWidth - offsetWidth); }
BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

5.29.2009

hu...hu...hu

5.28.2009


Mencurangi (hampir) Semua Jenis Billing Warnet

Artikel ini dibuat oleh seorang newbie dan lamer bernama Blizbs_Uchiha dan ditujukan oleh newbie2 laennya. Buat mas2 dan om yang merasa udah ngerasa pinter ato udah tau caranya sangat disarankan untuk tidak usah membaca artikel ini karena hanya membuang2 waktu anda yang sangat berharga.

Cara ini saya dapetin pas kantong lagi kempes tapi nafsu online lagi tinggi :)

Setelah muter2 otak sebentar sambil tidur, akhirnya kutemukan cara buat ngakalin billing warnetnya buat ngirit ongkos online.

Kalau cara yang ada di X-Code Magz vol4 itu cuma bisa untuk Billing Explorer(memang bisa, saya sudah membuktikannya)

Cara ini berlaku untuk segala versi billing explorer dan kebanyakan aplikasi billing lainnya. Dan merupakan kelemahan semua billing warnet yang berbasis windows!!!

Penasaran mau tau caranya ? Baca aja sampai habis !

Skali lagi saya ingatkan buat anda yang merasa udah pinter diharapa ga usah baca, kecuali pengen mati kebosanan (niru kata-kata siapa ya?:)

Ini dia caranya ...

Saat kita mulai menyalakan komputer di warnet yang pertama muncul saat windows dimulai adalah login screen client billing yang menutupi seluruh area windows. Fungsi Alt+Tab dan Ctrl+Alt+Del biasanya ikut-ikutan di-disable untuk memaksa kita login melalui program billing itu.

Sebenarnya saat kita menghadapi login screen itu komputer sudah siap dijalankan. Hanya terhalang oleh screen login yang menyebalkan itu. Naah... udah tau apa yang bakal saya jelasin ? Kalo udah tau, brenti aja bacanya.

Yess.. betul sekali. Yang perlu kita lakukan hanyalah menyembunyikan jendela login itu tanpa perlu login. Ada banyak progie buat nyembunyiin window, salah satunya ZHider. Saya hanya akan menjelaskan penggunaan ZHider. Bagi yang menggunakan progie laen silakan baca manualnya, tapi yang perlu diperhatikan adalah progie yang anda gunakan harus bisa show/hide window pake hotkey coz windows kita kan ditutupi sama login screen sialan itu.

Yang harus disiapkan:

1. Program ZHider. Cari sendiri pake om google. Ukurannya kecil kok, ga sampe setengah isi disket.

Aku nemunya pas smp tapi baru sekarang kepake ^^

2. Muka bego

3. Mental yang kuat

Langkah-langkahnya:

01. Masuk warnet dan pasang muka bego biar ga dicurigai operator

02. Pastikan selain box/bilik yang kita tempati masih ada box lain yang kosong. Biar ga dicurigai juga sih.

03. Usahakan cari tempat yang jauh dari op, supaya ga ketahuan box kamu kosong apa nggak.

04. Nyalakan kompi dihadapan anda bila masih dalam keadaan mati.

05. Saat masuk login screen, login aja seperti biasa.

06. Jalankan ZHider yang sudah disiapkan di disket/flashdisk. Kalo belom ada, cari aja pake google.

07. Setelah ZHider dijalankan langsung aja logout.

08. Naah, di login screen ini kita mulai aksi mendebarkan kita. Tekan Ctrl+Alt+Z.. Jreeeng, login screen telah menghilang !!!

09. Browsinglah sepuasnya, tapi tetap pastikan ada box lain yang kosong. Kan aneh kalau ada yang masuk warnet, dia lihat udah penuh. Padahal di billing server kelihatan masih ada yang belum login.

10. Kalo sudah puass tekan Ctrl+Alt+x untuk memunculkan kembali login screen yang menghilang entah kemana:)

11. Login seperti biasa dan browsing beberapa menit sampai penunjuk tarif sampai ke angka yang kita kehendaki. Ini supaya ga dicurigai.

12. Logout. SIapkan muka bego, lalu bayar tarif.

Cara ini lebih mudah dilalukan bila si operator ga terlalu kenal sama kamu. Apalagi bila si op sering keluyuran.

Ini beberapa hotkey ZHider yang bisa digunakan, untuk hotkey lainnya silakan baca file readme yang disertakan bersama zhider

CTRL+ALT+Z Menyembunyikan jendela aktif

CTRL+ALT+X Menampilkan kembali semua jendela yang disembunyikan

CTRL+ALT+L Menampilkan dialog zhider

CTRL+ALT+M Menampilkan kembali semua jendela yang disembunyikan, dan juga menutup zhider.

5.25.2009


Wi-Fi merupakan kependekan dari Wireless Fidelity, yang memiliki pengertian yaitu sekumpulan standar yang digunakan untuk Jaringan Lokal Nirkabel (Wireless Local Area Networks - WLAN) yang didasari pada spesifikasi IEEE 802.11. Standar terbaru dari spesifikasi 802.11a atau b, seperti 802.16 g, saat ini sedang dalam penyusunan, spesifikasi terbaru tersebut menawarkan banyak peningkatan mulai dari luas cakupan yang lebih jauh hingga kecepatan transfernya.

Awalnya Wi-Fi ditujukan untuk pengunaan perangkat nirkabel dan Jaringan Area Lokal (LAN), namun saat ini lebih banyak digunakan untuk mengakses internet. Hal ini memungkinan seseorang dengan komputer dengan kartu nirkabel (wireless card) atau personal digital assistant (PDA) untuk terhubung dengan internet dengan menggunakan titik akses (atau dikenal dengan hotspot) terdekat.


Dalam bukunya, Design Elements - A Graphic Style Manual, Timothy Samara menjelaskan tentang 20 aturan membuat desain yang baik. Walaupun aturan ini sebenarnya ditujukan spesifik untuk desain grafis, namun hanya perlu sedikit penyesuaian di sana sini untuk menerapkannya pada desain presentasi. Saya akan mengutip aturan- aturan ini, disertai dengan contoh penerapannya pada desain presentasi. Namun sebelumnya, Timothy Samara menjelaskan bahwa aturan bukanlah bersifat seperti batasan baku, melainkan hanya panduan yang boleh dilanggar dalam kondisi yang tepat..

1. Have a concept.

Aturan pertama ini adalah yang paling mengena. Saya akan kutip persis dari bukunya: “Bila tidak ada pesan, tidak ada cerita, tidak ada ide, tidak ada narasi, atau tidak ada pengalaman yang layak dimiliki, maka suatu karya tidak bisa disebut sebagai desain grafis. Tidak peduli seberapa indah desain itu terlihat, namun tanpa pesan yang jelas, maka desain itu hanyalah cangkang yang, walaupun cantik, tetap kosong di dalamnya.” Wow, tepat sekali. Jangan hanya memikirkan konsep dari isi presentasi, namun konsep dari cara menyampaikannya pun harus menjadi perhatian.

2. Communicate - don’t decorate.

Aturan ini sangat terkait dengan aturan pertama. Dalam desain, bentuk atau tema yang dipilih haruslah mengkomunikasikan pesan secara tepat. Bila kita hanya berniat menghias presentasi dan memilih desain secara acak, bisa jadi kita akan gagal menyampaikan pesan yang dimaksud. Yang lebih parah, audiens kita malah bisa beranggapan kita tidak tahu cara menyampaikan pesan yang bermanfaat buat mereka, atau malah kita tidak peduli pesan apa yang bermafaat bagi audiens.

3. Speak with one visual voice.

Harmoni adalah unsur vital dalam sebuah desain. Ciptakan suasana di mana setiap unsur desain saling “berbicara” satu sama lain dengan bahasa visual yang sama. Bila ada elemen dari presentasi kita yang sepertinya “nggak nyambung” dengan yang lain, maka elemen ini akan terpisah dari harmoni keseluruhan, dan melemahkan kekuatan penyampaian pesan. Seringkali dalam membuat sebuah presentasi kita tidak hanya khilaf memisahkan satu elemen, namun justru kita sama sekali tidak memikirkan bahwa setiap elemen haruslah seirama dengan yang lain.

4. Use two typeface families maximum. OK, maybe three.

Pilih jenis typeface (font/huruf) yang akan digunakan sesuai dengan tujuan presentasi kita. Lalu gunakan hanya dua atau tiga jenis typeface. Saya sendiri malah lebih suka menggunakan satu jenis typeface. Bila butuh variasi, maka saya bisa mengeditnya menjadi bold, italic, atau mempermainkan warna dan besar kecilnya huruf. Typeace yang dipilih pun bisa mempengaruhi mood atau citra dari slide. Misalnya, kita tentu tidak akan menggunakan typeface yang aneh dan ramai bila ingin mencitrakan profesionalisme dalam presentasi kita. Banyak typeface memang sudah memilki citra tertentu (misal: huruf yang kaku, atau lucu, dll), namun ada beberapa typeface yang bersifat “netral”, seperti Helvetica, dan dapat dimanfaatkan dalam banyak macam presentasi.

5. Use the one-two punch!

Dari desain kita, bagian manakah yang kita inginkan dilihat terlebih dahulu oleh audiens? Buatlah penekanan pada bagian itu dengan ukuran yang lebih besar, warna yang berbeda dan menyolok, gambar yang mengesankan, dan cara-cara lain. Setelah itu arahkan pandangan audiens ke bagian lain berdasarkan tingkat kepentingannya. Kalau kita gagal memberikan fokus awal pada audiens, maka desain itu sudah bisa dianggap gagal.

6. Pick colors on purpose.

Anda tentu tahu bahwa warna memiliki makna emosional dan psikologis, dan tiap individu atau kelompok sosial yang berbeda bisa memaknai warna yang sama secara berbeda pula. Jadi jangan pilih warna secara acak dan sembarangan. Cari tahu apa arti warna tertentu bagi audiens Anda. Warna juga bisa digunakan untuk mengatur hierarki elemen-elemen dari presentasi, mana yang ingin Anda tekankan, mana yang ingin Anda samarkan. Manfaatkan warna untuk kekuatan presentasi Anda.

7. If you can do it with less, then do it.

Kalau kita bisa menyampaikan sesuatu secara lebih sederhana, kenapa harus pamer kemampuan dan merumitkan presentasi kita? Orang cerdas adalah orang yang bisa menyampaikan sesuatu yang rumit dengan sederhana sehingga dapat ditangkap banyak orang. Jadilah orang cerdas! Ingat, less is more.

8. Negative space is magical - create it, don’t just fill it up!

Ruang negatif (kadang disebut ruang putih, walaupun warnanya tidak putih) adalah ruang kosong dalam desain kita. Kebiasaan buruk kita dalam membuat presentasi adalah tidak membiarkan ada ruang kosong. Begitu ada ruang kosong, kita akan berusaha memasukkan tambahan foto, clipart, atau hiasan- hiasan lain yang justru merusak desain. Ruang kosong justru perlu diadakan untuk memberi penekanan pada bagian yang penting pada slide kita, sehingga audiens tidak akan kehilangan fokusnya untuk hiasan-hiasan yang tidak memberi nilai tambah pada penyampaian pesan.

9. Treat the type as image, as though it’s just as important.

Aturan yang satu ini memang lebih bisa dimengerti oleh para desainer. Yang dimaksud adalah seringkali kita memasukkan text dalam slide tanpa memperhatikan harmoninya dengan gambar atau desain slide secara keseluruhan. Hal ini menimbulkan teks tampak sebagai elemen terpisah yang mengurangi kekuatan desain secara keseluruhan. Harmoni seluruh elemen dalam presentasi harus dijaga, termasuk teks yang kadangkala harus dianggap sebagai gambar juga.

10. Type is only type when it’s friendly.

Ingat, teks harus bisa dibaca dan dimengerti! Kesalahan umum lain dalam presentasi adalah memilih jenis huruf, ukuran, dan warna yang susah dibaca. Jangan siksa audiens Anda dengan jenis huruf yang terlalu meriah, warna yang tidak kontras dengan latar belakangnya, dan juga ukuran yang terlalu kecil sehingga hanya bisa dilihat oleh audiens dengan menggunakan teropong. Teks harus dapat menyampaikan informasi. Pernyataan terakhir ini mungkin terlalu sederhana, namun seringkali kita abaikan dalam membuat presentasi.

post q



wahai orang2 yg beriman..................
segeralah lihat blog ini,because anda akan meras nyaman ketika melihat blog ini....


hehehehe
from :q


hallllloooooo